Sabtu, 24 Januari 2015

Jangan hanya beri janji , malu jika tidak terealisasi !



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0xh2oXyafOQZOTfNMgq0w9mAvB4EeTFufpiD_P0d2g752PGV0dfo4V9kTnCrkY-GsLUslbGTfGRKQNpKsUFg_kN4PjljxW0Ro77ZWyc-fTLwiN_Zdldxepf9WbtBK7jb3FBZomtWRPFyQ/s1600/LOGO+KARBEKS.jpg



Harian Nasional untuk Umum. Terbit Sejak 14 November 2013. 

Home  Politik  Nasional  Pilpres 2014  Pendidikan  Kesehatan  Karawang  Bekasi  Opini  Menuju Brasil 2014  Never Leave History  Investigasi  Liga Eropa  KarBek Sport  Tajuk  Tentang Kami  Peta Situs 


Thursday, July 03, 2014


‘’Jangan Hanya Beri janji, Malu Jika Tidak Terealisasi’’

Surat Untuk Presiden Baru

Pengantar Redaksi:
Nova Wulandari, seorang pelajar SMA di Jombang, tadi malam mengirimkan surat kepada Calon Presiden RI (Prabowo Subianto dan Joko Widodo) tembusannya disampaikan ke Redaksi KarBek. Intinya adalah ungkapan keprihatinan terhadap kondisi bangsa ini. Ia berharap Presiden RI terpilih mendatang, bisa mengubah retorika ke dalam tindakan nyata.   Berikut petikan surat Nova selengkapnya. 

 
 Selamat malam Pak.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDAICgSlyHLCWyb4p5qAOYCXdgQ5nds5BBZMo3_vAJSdUiYCT7fffl7zdwUu-xoVX68qxy1pRK0zmOzrCNQ8WJIPbtvKYADJFewMPCzCEJQAmO60p9V5M5v_O3ys6dTyHYayZ8P7KOyf4/s1600/nova+wulandari.jpg
Maaf kiranya saya lancang mengirim surat kepada calon orang nomor satu di Republik ini.
Perkenalkan, nama saya Nova Wulandari. Salah satu siswi dari SMA Negeri 1 Jombang.
Apa kabar Pak?  Saya harap Bapak sekeluarga selalu dalam lindungan Tuhan YME.
Pak, Maaf jika membaca surat saya dapat menyita waktu Bapak. Dengan kebesaran hati Bapak, izinkan saya menyampaikan beberapa harapan saya dan bisa jadi juga merupakan harapan rakyat Indonesia lainnya.

Berbicara tentang Indonesia.
Indonesia... Negara kaya tapi kesejahteraan tak merata. Keadilan! Dimana? ketidakberpihakan dan ketidakseriusan kinerja pemerintah semakin dirasa bagi mereka yang menduduki kelas sosial bawah.


Masalah sosial yang dihadapi bangsa semakin parah karena bobroknya pemerintahan Indonesia hingga muncullah slogan-slogan 'Yang miskin makin miskin dan yang kaya semakin kaya' disebabkan karena ketidakkonsistenan pemerintah dan wakil rakyatnya.
Ironis... mengingat angka kemiskinan yang tak jua menemukan titik terang. Juga masih banyak penyalahgunaan kekuasaan, ketidak-adilan, korupsi merajalela dari hulu sampai hilir, pemberantasan korupsi yang tebang pilih, ditambah masih banyak buruh yang kehilanggan hak-hak normatifnya; buruh yang diperlakukan sebagai budak.
 "BANGSA KULI" mungkinkah sesuai gelar itu disandang bangsa kita?
Seketika mata saya berkaca-kaca memandang layar kaca yang memperlihatkan situasi Borneo. Spontan terfikir dalam benak saya 'Seburuk itukah nasib saudara-saudara kita diujung negeri?'

Daerah perbatasan yang menghadap negeri tetangga justru memprihatinkan! Tidakkah Bapak malu pada negeri tetangga?
Sulit cari kerja, mendapat air bersihpun susah, apalagi bangunan sekolahnya yang masih jauh dari kata layak; kelas terbatas, tenaga pengajar yang tak lengkap. Sekolah di perbatasan justru terpuruk padahal pendidikan adalah masalah terbesar anak Indonesia. Tidak sedikit anak-anak yang bisa mengalahkan beratnya himpitan hidup dengan pendidikan yang baik sebab pendidikan yang baik akan dapat mengeluarkan mereka dari jurang kemiskinan.
Kepada Bapak Presiden yang akan menjabat,
Jangan hanya bisanya beri janji, malu jika tidak terealisasi.
Jangan hanya bicara tapi tindakan tak ada.
Kalau hanya begitu saja, anak SD pun bisa.
                             Besar harapan saya padamu Pak Presidenku!
Salam hormat saya,

Nova Wulandari

Merajut Hujan Tanpa Pelangi

Tak ada yang lebih getir dari melukis hujan yang bersaing dengan petir untuk merebut takdir.   Pelangi yang di nanti juga tak kunjung hadi...