Ter-untukmu,
Kasih
tak sampai
Selamat
ulangtahun, semoga apapun yang kamu semogakan
segera diwujudkan, dilancarkan segala urusan dan dimudahkan apapun yang sedang
dikerjakan. Tetap tersenyum renyah meskipun ulangtahun kali ini tanpa papa. Hidup
memang selalu begitu, dari tahun ke tahun betapa banyak orang yang dulunya
hadir menikmati ulangtahun bersama kita, bercanda tawa, saling berjabat tangan dengan membagikan doa baik, disadari atau tidak, satu persatu mulai pergi memenuhi janji
kehidupannya, menunggu kita dipertemuan
kedua. Kehilangan seseorang memang menyakitkan, aku tidak tahu bagaimana keadaanmu saat ini, tetapi aku berharap kamu masih
bisa tersenyum manis, semanis senyummu
sebelas tahun silam:)
Ingatan-ingatan tentang 11 tahun lalu hingga bagian-bagian
terkecilpun, aku masih sangat
ingat. Apa kamu ingat juga? betapa saat
itu aku masih sangat kekanak-kanakan. Gadis desa yang baru duduk di kelas 5 SD
tetapi berani menyukai laki-laki sesempurna kamu. Betapa saat itu aku pertama kalinya merasakan
susah makan dan susah tidur, disaat yang bersamaan aku benar-benar menyadari jika
aku telah mengenal cinta untuk pertama kalinya.
Aku
yang merasa sangat kegirangan tiap kali berpapasan denganmu, aku yang selalu
merasa gugup tiap kali kamu melihatku bertanding voli, aku yang selalu merasa
deg-degan tiap kali kamu menjadi danton saat upacara, aku
yang selalu curi-curi pandang sengaja melihat kamu dari kejauhan. Aku yang
tiba-tiba iseng telfon kamu lewat telfon rumah,
Saat kamu bilang "hallo" aku langsung mematikan
telfonnya. Kenapa? Karena sekedar mendengar suaramu, aku sudah sangat bahagia.
Aku
kira ini hanya sekedar cinta monyet belaka, tapi saat kita memasukki SMP yang berbeda, aku merasa
seperti ada yang hilang. Tanpa kamu sadari, aku masih sering melihatmu dari balik jendela
rumahku ketika kamu sedang menunggu angkutan umum untuk berangkat ke sekolah. Kita tak pernah saling menyapa dan berbincang bersama, pun kamu juga tidak pernah tahu bahwa bertahun-tahun aku menyukaimu. Hingga pada suatu hari, aku mendapat kabar kamu telah memiliki seorang kekasih. Aku turut bahagia untuk itu.
Bertahun-tahun berlalu, ada perasaan senang dalam hatiku saat mendapat kabar kamu bersekolah di SMA yang letaknya berdekatan dengan sekolahku. Dan kamu tahu? Tempat yang paling aku suka kala itu adalah
digerbang sekolah, karena disanalah tempat dimana aku bisa melihat kamu melewati
sekolahku meskipun saat kamu melihatku, kita seperti orang asing yang tak pernah saling berkata-kata.
11 tahun kamu tak pernah mengenalku, tapi setiap kali aku melihat fotomu tiap kali itu juga aku jatuh cinta lagi dan lagi. Ketulusan cintamu pada kekasihmu membuatku belajar mengikhlaskan. Menyukaimu sekian lama memang membuatku terlatih
patah hati. Kadang aku heran, apakah cinta memang selalu segila ini? Dan aku,
adalah orang keras kepala yang rela pasang badan untuk menerima sakit yang berdatangan
setiap kali melihatmu bersama perempuan barumu.
Tidak
apa-apa, bukankah cinta tidak harus
memiliki? 11 tahun aku sudah terbiasa menikmati jatuh
cinta sendirian. Hingga aku tersadar bahwa aku harus "berhenti" .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar